DPRD Kukar Soroti Kendala Modal dan Kualitas Produk UMKM

Teks Foto: Anggota DPRD Kukar, Hairendra (Istimewa)

Elokaltim.com, KUTAI KARTANEGARA – Keterbatasan modal dan kemampuan mengembangkan produk masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Karena itu, dukungan terhadap sektor UMKM dinilai perlu diperkuat agar pelaku usaha mampu bertahan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perkembangan pasar.

Anggota DPRD Kukar dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Hairendra, mengatakan pelaku UMKM membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik dari sisi permodalan maupun peningkatan keterampilan usaha. Menurutnya, potensi UMKM di Kukar cukup besar dan perlu didukung dengan ruang usaha serta kesempatan pemasaran yang memadai.

Ia menilai, berbagai kegiatan dan event yang rutin digelar di Kukar dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk dan memenuhi kebutuhan pasar.

“Di Kukar sangat kondusif bagi para pelaku UMKM. Kita di Kukar memang selalu punya event yang berlangsung terus-menerus. UMKM memang perlu ruang tumbuh dan perlu dukungan,” ujarnya.

Hairendra menegaskan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat untuk berjualan. Pelaku usaha juga perlu mendapatkan dukungan agar mampu mengelola bisnis secara lebih baik, mulai dari pengembangan produk hingga penguatan kemampuan dalam menjalankan usaha.

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian daerah karena dapat membuka lapangan pekerjaan, menambah pendapatan keluarga, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan pengembangan yang tepat, sektor ini berpeluang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kukar.

Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha untuk mengidentifikasi kebutuhan UMKM serta merumuskan bentuk dukungan yang sesuai. Akses permodalan dan peningkatan keterampilan dinilai menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian dalam upaya memperkuat sektor tersebut.

Hairendra berharap pembinaan UMKM dapat dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku usaha tidak hanya mampu memanfaatkan keramaian event daerah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha dalam jangka panjang.

Dengan dukungan permodalan, peningkatan kualitas produk, dan kesempatan pemasaran yang lebih luas, UMKM diharapkan dapat tumbuh lebih kuat serta berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara.(adv/dprdkukar)