Eroh Ekspresi Budaya Kukar 2024 Resmi Dibuka sebagai Tanda Komitmen untuk Menjaga Warisan Leluhur
Teks Foto : Pembukaan Eroh Ekspresi Budaya Kutai Kartanegara. (Rizka)
elokaltim..com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya daerah melalau festival kebudayaan bertajuk Eroh Ekspresi Budaya Kutai Kartanegara. Festival ini resmi dibuka pada 10 Desember 2024 oleh Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Joko Sampurno, di kawasan Taman Titik Nol, Tenggarong.
Festival Eroh Ekspresi Budaya Kutai Kartanegara ini akan berlangsung hingga 13 Desember 2024 dengan berbagai kegiatan budaya. Dan selama empat hari kedepan, masyarakat akan disuguhkan dengan berbagai kegiatan, seperti tarian tradisional, bekesahan, musik, sastra, dan permainan tradisional.
Dalam sambutannya, Joko Sampurno mewakili Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menegaskan pentingnya pelestarian budaya daerah. “Acara ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Kukar melalui Disdikbud dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Kutai Kartanegara,” ujarnya, Selasa (10/12/2024).
Menurut Joko, kekayaan budaya daerah merupakan warisan leluhur yang tak ternilai dan menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Selain itu, Tenggarong yang telah ditetapkan sebagai Kota Warisan Budaya oleh Pemkab Kukar, menjadi pusat perhatian dalam pelaksanaan program budaya. Keputusan tersebut didasarkan pada sejarah panjang kota ini sebagai tempat berdirinya Kesultanan Negara Ing Martadipura, yang pernah mencapai puncak kejayaan di masa lalu. “Penetapan ini bukan hanya simbolis, tetapi sebagai langkah strategis untuk menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya,” tambah Joko.
Melalui program unggulan Kukar Berbudaya, pemerintah daerah berkomitmen untuk membangun pusat pelestarian dan pengembangan budaya Kutai Kartanegara. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian budaya, tetapi juga meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya lokal serta menjadikannya sebagai penggerak ekonomi kreatif. Fokus utama program ini adalah menjadikan Tenggarong sebagai destinasi wisata budaya yang modern, ramah, dan berdaya saing.
Berdasarkan Indeks Pembangunan Kebudayaan Kukar tahun 2022, yang mencapai angka 47,42, Pemkab Kukar optimis terhadap arah positif pembangunan kebudayaan daerah. Namun, Joko menegaskan bahwa Pemkab Kukar tidak akan berpuas diri dan akan terus berupaya meningkatkan indeks pembangunan kebudayaan melalui program dan kegiatan inovatif yang berkelanjutan.
Dan melalui Festival Eroh Ekspresi Budaya Kutai Kartanegara ini, Joko berharap tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya daerah namun juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan antar masyarakat melalui budaya. “Mari kita jadikan budaya sebagai modal pembangunan daerah yang berkelanjutan serta perekat persatuan dan kesatuan,” pungkasnya. (rl)




